Mengawal Fatwa Tidak Perlu Dalil

Ada cemooh fatwa ko di kawal, mana dalilnya? Saya jadi ingin ikut campur. Mengawal fatwa tidak perlu dadil bos? Mengawal fatwa itu maksudnya mempromosikan fatwa supaya laku, karena mereka itu wong cilik tidak menguasai media mainstream sedangkan media mainstream tidak menghendaki fatwa tersebut.

Pencemooh tersebut juga pernah berfatwa bahwa jumatan di jalan tidak syah. Dan fatwa tersebut dikawal oleh media mainstream. Namun… walaupun yang mengawal adalah media mainstream, fatwa tersebut kurang laku. Tapi yang Saya heran walaupun fatwanya kurang laku si pencemooh masih merasa pengikutnya banyak, Jutaan. Mungkin Saya termasuk orang yang dianggap pengikutnya, karena Saya juga matan aktifis ormas yang sama dengan ormas si pencemooh.

Sholat di jalan

Sebagai mantan aktifis ormas yang sama, perlu saya informasikan bawha ada jutaan orang yang diakui sebagai bagian ormas ini ternyata mereka itu tidak merasa kalau mereka itu dianggap pengikut. Buktinya kalau kita undang yang datang sedikit, kalau pemilu juga sedikit. Apa kalau sama-sama tahlilan berarti pengikut? Ada jutaan orang yang tahlilan tapi tidak merasa sebagai bagian atau pengikut dari ormas yang tidak saya sebut. Mereka lebih punya kesadaran bahwa mereka itu pengikut partai yang katanya nasionalis. Saya tidak sebut partai nasionalis karena faktanya kita semua adalah nasionalis walaupun bukan bagian dari partai yang itu.

Dalam ormas yang saya pernah aktif di dalamnya itu pemimpin tertinggi adalah rois ‘aam. Rois ‘am bro bukan panjenengan. Rois ‘am ormas ini juga ketua MUI, yang fatwanya dikawal. Jadi yang berfatwa itu rois ‘am panjenengan dan yang mempromosikan fatwanya keturunan Nabi kita. Lah ko dicemooh, saran Saya sih mending buat puisi saja.

Terus Saya juga ada pertanyaan, siapa yang miminta fatwa syah tidaknya sholat jumat di jalan? Yang mau sholat jumatan apa aparat? Lah ko aparat sampai presiden ikut sholat jumat di jalan? Jika mereka yang meminta fatwa kemudian tidak merasa terikat dengan fatwa tersebut apa hukumnya? Mohon fatwa dan puisinya.

Tinggalkan komentar

You might also likeclose