Partai Politik, Pohon yang Terkutuk Dalam Alquran

Partai politik adalah organisasi yang tidak memiliki manfaat sedikitpun pada masyarakat. Yang ada di otaknya hanyalah bagaimana meraih dan mempertahankan kekuasaan. Orang-orang yang di kepalanya penuh dengan pemikirian bagaimana meraih dan mempertahankan kekuasaan berkumpul dalam satu wadah yang disebut partai politik ini. Ikatan kepartaian adalah ikatan yang merusak kehidupan msyarakat lebih parah daripada ikatan kesukuan.

Apakah Alquran sebagai Kitab Akhir Zaman yang menjelaskan segala sesuatu tidak membahas perkumpulan yang bermasalah ini? atau kita tidak diperingatkan oleh dari makhluk bernama partai politik Ini?

Ternyata tidak demikian, bahkan Alloh SWT telah memperingatkan kita namun kita telah gagal paham selama ini.

Sesungguhnya didalam Alquran Alloh SWT telah membuat perumpamaan-perumpamaan dan Alloh SWT telah membuat pernyataan bahwa dengan perumpamaan-perumpamaan itu Alloh hendak memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya dan dengan perumpamaan itu pula Alloh hendak memberi petunjuk terhadap orang yang dikehendakinya.

Perumpamaan-perumpamaan itu tidak bisa kita pahami dengan tafsir. Apabila kita hanya mengandalkan tafsir dalam memahami Alquran maka kita akan mengalami gagal paham ketika berhadapan dengan ayat yang berisi perumpamaan.

Kata syajaroh atau pohon ada digunakan dalam Alquran untuk menyebut fisik bendanya, namun tidak berarti semua kata syajaroh harus dimaknai pohon karena kata ini juga digunakan sebagail bahasa simbolis. Seperti pohon yang disebut-sebut dalam kisah Adam AS. Jika kita hanya memaknai sebagai bentuk fisik pohon, maka ayat-ayat tersebut tidak punya kaitan dengan kita atau dengan kata lain hanya sebuah dongeng orang terdahulu.

Alquran bukanlah dongeng orang terdahulu, itu hanyalah anggapan orang-orang jahiliyah. Bahkan setiap ayat dalam Alquran pasti berkaitan dengan urusan kehidupan manusia meskipun aya-ayat tersebut dikemas dalam betuk cerita dan perumpamaan.

Saya akan mengupas apa itu pohon terlaknat yang Adam (manusia) dilarang mendekatinya. Pohon yang oleh iblis disebut sebagai pohon kekuasaan yang kekal (terus-menerus).

Apa Sebenarnya yang dikatakan Iblis Kepada Adam AS?

Simak baik-baik ayat berikut:

(سورة الأعراف, Al-A’raaf, Chapter #7, Verse #20)

فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِيَ عَنْهُمَا مِن سَوْآتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَـٰذِهِ الشَّجَرَةِ إِلَّا أَن تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ

Koreksi bacaan: kata مَلَكَيْنِ seharunya dibaca malikaini (penguasa ) bukan malakaini (malaikat) Dalilnya adalah ayat ini:

فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطَانُ قَالَ يَا آدَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلَىٰ  

(سورة طه, Taa-Haa, Chapter #20, Verse #120)

Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?”  

(سورة طه, Taa-Haa, Chapter #20, Verse #120)

Ayat tersebut menjelaskan topik yang dibahas oleh Iblis (syetan) adalah kekuasaan (meraih dan mempertahankan kekuasaan/politik) bukan menjadi malaikat. Dengan demikian makna surat Ala’rof ayat 20 seharusnya begini:

Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi penguasa atau tetap dalam kekuasaan.

Perlu diketahui bahwa pertama kali Alquran dibukukan pada masa Utsman bin Affan RA belum ada harokat, penambahan harokat baru dilakukan pada masa Mu’awiyah. Kondisi saat itu, generasi awal sahabat tinggal sedikit dan yang sedikit itu tidak berada di posisi yang pro terhadap Mu’awiyah. Dengan demikian harokat Alquran tidak termasuk ijma’ sahabat dan koreksi terhadap harokat masih mungkin dilakukan, apalagi di zaman teknologi canggih.

Apa hububunganya mendekati pohon dengan kekuasaan? Apa hubunganya memakan buah dari pohon itu dengan terbukanya aurat? Apakah ini tahayul? tentu bukan bahkan pohon itu adalah bahasa simbol, dan juga aurat adalah perumpamaan.

pohon yang baik

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,  

(سورة ابراهيم, Ibrahim, Chapter #14, Verse #24)

pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.  

(سورة ابراهيم, Ibrahim, Chapter #14, Verse #25)

pohon-2

Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun.  

(سورة ابراهيم, Ibrahim, Chapter #14, Verse #26)

Apa makna simbolis dari pohon yang berhubungan dengan kekuasaan? Mari kita bahas tentang pohon….. Pohon disini bisa dimaknai sebagai lembaga, wadah, perkumpulan, organisasi yang bertujuan untuk meraih dan mempertahankan kekuasaan, bisa dalam bentuk ikatan kesukuan, kerajaan, partai politik. Buah dari pohon kekuasaan ini adalah pemimpin yang tidak berkualitas.

Alloh SWT melarang manusia daripada pohon kekuasaan ini karena Alloh punya cara sendiri untuk mengagkat penguasa yang dijelaskan dalam ayat ini:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa.  Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (Qs. an-Nur: 55)

Yang seharusnya menjadi penguasa dan mewarisi kekuasaan itu hanyalah orang yang beriman dan beramal sholeh.

Larangan Sistem Kerajaan (kesukuan)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu pemimpinpemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpinpemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.  

(سورة التوبة, At-Tawba, Chapter #9, Verse #23)

Laranga Sistim Partai Terbuka

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi Kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.  

(سورة المائدة, Al-Maaida, Chapter #5, Verse #57)

Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpinpemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.  

(سورة الأعراف, Al-A’raaf, Chapter #7, Verse #27)

Partai Islam juga Tidak boleh

Bukan saja partai terbuka yang tidak boleh, partai Islam pun tidak boleh ada. Untuk pembahasan partai yang Islam akan Saya kupas dalam topik tersendiri. Isya Alloh SWT.