Persiapan Ummat Islam Indonesia Menghadapi Perang Dunia III dan Ghazwatul Hind

Kalau Bukan Kita Siapa Lagi

Persiapan Ummat Islam Indonesia Menghadapi Perang Dunia III dan Ghazwatul Hind Berdasarkan Mimpi MQ (Muhammad Qasim bin Abdul Karim).

Bismillahirrohmaniirrohiim
Setelah saya membaca secara keseluruhan mimpi-mimpi MQ, Saya mendapatkan suatu kesimpulan yang akan Saya sampaikan di Bawah ini:
MQ kesulitan dalam memahami maksud dan tujuan dari Mimpi-mimpinya, jadi kalau bukan kita yang membantu mengurai dan menjabarkan mimpi-mimpi beliau siapa lagi….
Mimpi-mimpi MQ secara keseluruhan berisi informasi seputar politik internasional, politik di Pakistan dan informasi tentang langkah politik yang harus dipersiapkan.

Alloh SWT memerintahkan MQ untuk Menegakkan kembali Khilafah Rosidah yang sesuai dengan apa yang dahulu Rosululloh SAW dirikan di Madinah. Alloh SWT selain menjadikan mimpi MQ sebagai sumber Infomasi langkah-langkah yang harus dilakukan juga menjadikan mimpi MQ sebagai jalan keluar untuk bisa sampai pada tempat tujuan. Khilafah ‘ala minhajinnubuwah.

Perang dunia III akan terjadi, dimulai dengan runtuhnya pemerintahan turki, meningkatnya invasi Israil, runtuhnya pemerintahan Arab Saudi kehancuran timur tengah , berdirinya Negara Israel Raya. Masuknya Rusia ke gelanggang pertempuran untuk berebut wilayah menyebabkan perang nuklir. Itu adalah yang terjadi di Timur Tengah, Sedangkan di Pakistan sendiri juga akan terjadi Invasi-invasi yang dilakukan oleh India dan sekutu.
Untuk wilayah nusantara tidak/belum ada informasi yang detile ada di dalam mimpi-mimpi MQ, kecuali adanya Isyarat bahwa pemerintahan Indonesia akan runtuh juga.

Kemungkinan besarnya runtuhnya pemerintahan Indonesia justru yang pertama, sebelum keruntuhan pemerintahan Turki dan Saudi. Karena runtuhnya pemerintahan Indonesia akan diikuti lahirnya pemerintahan baru, dimana pemerintahan baru di Nusantara ini akan mendukung terbentuknya pemerintahan baru yang akan dibangun di Pakistan. Siapa lagi kalau bukan kita yang harus mengambil tanggungjawab ini.

Baru-baru ini MQ bermimpi tentang solusi virus korona (Covid19), jika kita masih mengganggap itu hanya mimpi dan berharap ada orang lain yang akan percaya dan melakukan riset berdasarkan mimpi tersebut, menurut saya adalah kurang tepat. Karena menurut Saya mimpi tersebut adalah isyarat untuk kita mulai bergerak, membangun Jamaah atau menggunakan jamaah yang sudah ada. Kemudian Menyebarkan mimpi tersebut ke ahli di bidangnya. Mengumpulkan ahli2 yang percaya pada mimpi MQ. Selanjutnya kita akan melakukan riset, membuat Vaksin, memproduksi Vaksin Covid secara masal. Menjual vaksin tersebut ke seluruh Dunia. Maka kita akan punya dana yang cukup untuk membentuk Suatu pemerintahan Baru. Setelah keruntuhan pemerintahan yang sekarang.

Ketika seluruh dunia muslim menjadi kacau balau, termasuk Pakistan…. Kita akan sudah siap untuk menampung mereka yang mengungsi. Kita akan mengumpulkan semua ahli di banyak bidang termasuk bidang pesawat, untuk membuat pesawat terbaik yang akan siap ketika perang India terjadi.

Khilafah akan Tegak di Pakistan Bukan di Indonesia

Khilafah akan tegak di Pakistan sesuai dengan mimpi-mimpi Muhammad Qasim, Alloh SWT telah memilih Pakistan sebagai tempatnya dan memilih Muhammad Qasim sebagai pemimpinnya dan rakyat pakistan pun menginginkannya. Sedangkan Indonesia akan tetap dengan takdirnya sebagai negara yang berasaskan Pancasila, namun pancasila yang dipahami dengan konsep ajaran agama Islam. Tidak boleh terjadi konflik atas nama agama di Indonesia. Ummat Islam harus bersatu untuk menghadapi rencana jahat pasukan zionis.

Hubungan Pakistan dan Indonesia di Masadepan

Indonesia akan punya hubungan yang sangat erat dengan Pakistan dan akan merupakan sekutu utamanya. Itu karena Indonesia akan dipimpin oleh orang yang membenarkan mimpi-mimpi Muhammad Qasim.  Bencana demi bencana akan datang silih berganti hingga Ummat ini membenarkan mimpi-mimpi Muhammad Qasim.

 

Pesan- Pesan Alloh SWT dalam Mimpi Muhammad Qasim:

  • —- Qasim karena Al-Qurʼan adalah kalam-Ku, jika setan, jin, dan seluruh manusia
    bersatu, mereka tidak akan bisa membuat satupun ayat (yang sama/setara
    dengan Al-Qur’an). Sama seperti (ayat-ayat) itu, mimpi-mimpi yang telah Aku
    tunjukkan kepadamu dibuat oleh-Ku (Allah).
    Bahkan jika setan, jin, dan manusia bersatu, mereka tidak akan mampu membuat satu mimpi pun
    seperti itu. Dan tidak pula setan dapat memperlihatkan mimpi seperti itu
    pada siapapun. Mimpi-mimpi ini adalah dari Allah, Rabbul ‘aalamiin.”

 

  • – “Qasim Aku telah memberi banyak waktu kepada manusia.Tapi kecuali beberapa yang percaya, banyak di antara mereka malah menertawakanmu. Sampaikan pesan-Ku kepada orang-orang ini bahwa waktu penundaan yang Kuberikan kepada mereka untuk berpikir dan memahami akan segera berakhir. Jadi bersiaplah untuk merasakan adzab-Ku!”
  • – “aku akan mengirimkan adzab yang sama kepada kalian, sebagaimana adzab yang dulu Aku kirimkan kepada orang-orang sebelum kalian yang tidak mematuhi seruan-Ku!” Allah menyebutkan adzab yang diturunkan kepada umat Nabi Luth ﷷﷵ dan berfirman, “apakah kalian telah melupakan adzab-Ku?!”
    – “aku mengetahui dimanapun kalian bersembunyi, dan tidak ada seorangpun yang dapat bersembunyi dari-Ku!”

Pesan-Pesan Nabi Muhammad SAW Dalam Mimpi Muhammad Qasim:

  • – Saat aku terus berjalan aku melihat bahwa di bawah langit lepas ada Nabi Muhammad
    ﷺ yang sedang berbaring di sebuah tempat tidur. Aku berlari menemuinya dan setelah duduk di tempat tidur itu, aku bertanya kepada beliau ﷺ, “mengapa engkau berbaring disini? Mengapa engkau tidak tidur di rumahmu?” Lalu Nabi Muhammad ﷺ berkata, “nak, rumah yang mana? Rumah yang kubangun telah diambil alih oleh beberapa orang. Dan orang-orang yang berada di rumahku telah melarikan diri dalam kelompok-kelompok. Dan orang-orang yang telah mengambil alih rumahku merusaknya dengan parah.” Saat itu, untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku menatap mata Nabi Muhammad ﷺ. Saat mataku menatap mata Nabi Muhammad ﷺ, mataku terpaku kepada beliau ﷺ dan tidak dapat berpaling. Aku merasa seolah-olah Allah ﷻ telah memenuhi semua cahaya-Nya di dalam mata beliau n. Itu saat yang luar biasa bagiku. Aku melihat bahwa mata Nabi Muhammad ﷺ basah. Nabi Muhammad ﷺ berkata kepadaku: “Anakku, bebaskanlah rumahku dengan pertolongan Allah ﷻ dari orang-orang itu dan bangun kembali rumahku dan pimpin bangsaku dan persatukan mereka semua menjadi satu bangsa lagi, agar rumahku kembali dihormati di dunia seperti saat ia dihormati sebelumnya. Dan janganlah takut karena Allah ﷻ bersamamu. Dia akan membantumu dalam segala keadaan. Kamu adalah anakku dan tidak mungkin Rahmat Allah ﷻ tidak diberikan kepada anakku.”

 

  • – “Qasim siapapun yang berdiri bersamamu sama
    seperti seseorang yang berdiri bersamaku. Dan siapapun yang mendukungmu
    sama seperti orang yang mendukungku. Dan dia juga akan menyertaiku pada
    hari kiamat. “
  • – “Qasim, sampaikan pesanku ini sekali lagi kepada umatku bahwa siapapun
    yang mendukungmu adalah seperti orang yang mendukungku, dan kelak dia
    juga akan bersamaku pada hari kiamat.”
    “Dan Qasim, sampaikan pesanku ini kepada orang-orang yang bersamamu,
    jangan pernah mereka berpikir apakah amalan mereka ini tercatat sebagai
    amal shalih atau tidak. Tidak jadi soal apapun jenis usaha yang telah mereka
    lakukan, jangan pernah mereka mengira bahwa usaha mereka itu tidak ada nilainya. Bahkan jika seseorang hanya melakukan amalan yang sangat kecil Allah ﷻ tidak akan menyia-nyiakannya dan Allah ﷻ juga mencatat amal tersebut dengan berkali-kali lipat.” “Yang mereka lakukan ini bukanlah amalan biasa dan mereka jangan pernah mengira bahwa aku tidak mengetahui nama-nama mereka dan usaha-usaha  mereka. Nama-nama yang telah Allah ﷻ catat di lembaran-lembaran ini, aku terus-menerus membacanya. Dan apapun amalan yang mereka lakukan Allah ﷻ langsung yang menginformasikannya kepadaku, mereka tidak perlu khawatir, mereka akan bersamaku di hari Kiamat.” “Lembaran kertas-kertas emas yang Allah ﷻ berikan kepadaku ini, aku selalu bawa bersamaku sepanjang waktu. Dalam lembaran emas ini tertulis nama￾nama mereka yang akan bersamamu pada masa-masa sulit.”
  • “Qasim, Islamku yang sebenarnya akan tersebar ke seluruh dunia dengan
    pertolongan Allah. Pastikan kau menyampaikan pesanku ini kepada orang￾orang tersebut.”
  • “Tidak peduli bagaimana Qasim, Dia adalah bagian dari umatku. Dan aku tidak membedakan siapapun dari umatku, dan jangan dibagi kepada kelompok yang mengatakan bahwa islam tidak akan bangkit dari pakistan. Dekat qiyamah Islam akan bangkit dari beberapa tempat dulu. Tidak peduli dimana, hal yang terbaik adalah umat islam akan bersatu lagi”. Mereka akan mendapatkan kembali status mereka yang hilang dan Islam terlihat di seluruh dunia dengan dihormati. Dan itu semua yang seharusnya jadi masalah, jadi apa yang buruk mengenai itu?”

 

Referensi:

https://percayaqasim.blogspot.com/

https://jazir-alqasim.blogspot.com/

indonesia menghadapi perang dunia Haribest indonesia menghadapi perang dunia 3 Haribest persiapan indonesia menghadapi perang dunia 3

 

Tambahan -Tambahan:

metode saya dalam menemukan kebenaran mimpi2 Muhammad Qasim

Jangan ada dalam Hati (aku lebih baik darinya/ana Khoiru Minhu)
Cocokan dengan dali Al Quran
Cocokan dengan dalil Dari hadist
cocokan satu mimpi dengan mimpi lain , adakah yang saling bertentangan atau saling menjelaskan
Alhamdulillah saya membenarkannya

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
2:30
وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَـٰؤُلَاءِ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ
2:31
قَالُوا سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا ۖ إِنَّكَ أَنتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ
2: 32
قَالَ يَا آدَمُ أَنبِئْهُم بِأَسْمَائِهِمْ ۖ فَلَمَّا أَنبَأَهُم بِأَسْمَائِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنتُمْ تَكْتُمُونَ
2:33
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ
2:34
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.
31.
Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!”
32.
Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
33.
Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini”. Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?”
34.
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir

أَلَمْ تَرَ إِلَى الْمَلَإِ مِن بَنِي إِسْرَائِيلَ مِن بَعْدِ مُوسَىٰ إِذْ قَالُوا لِنَبِيٍّ لَّهُمُ ابْعَثْ لَنَا مَلِكًا نُّقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ قَالَ هَلْ عَسَيْتُمْ إِن كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ أَلَّا تُقَاتِلُوا ۖ قَالُوا وَمَا لَنَا أَلَّا نُقَاتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَقَدْ أُخْرِجْنَا مِن دِيَارِنَا وَأَبْنَائِنَا ۖ فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ تَوَلَّوْا إِلَّا قَلِيلًا مِّنْهُمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ
2:246
وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ اللَّهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوتَ مَلِكًا ۚ قَالُوا أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِّنَ الْمَالِ ۚ قَالَ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ ۖ وَاللَّهُ يُؤْتِي مُلْكَهُ مَن يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
2:247

terjemah:
246: Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil sesudah Nabi Musa, yaitu ketika mereka berkata kepada seorang Nabi mereka: “Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah”. Nabi mereka menjawab: “Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang.” Mereka menjawab: “Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sesungguhnya kami telah diusir dari kampung halaman kami dan dari anak-anak kami?” . Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, merekapun berpaling, kecuali beberapa orang saja di antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zalim.
247.
Nabi mereka mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu”. Mereka menjawab: “Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang banyak?” (Nabi mereka) berkata: “Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa.” Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاءُ وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
3:26
Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَ‌ٰلِكَ فَأُولَـٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
24: 55
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.