Jalan Keluar Dari Alloh SWT Untuk Muhammad Qosim

Spread the love

Jalan Keluar Dari Alloh SWT Untuk Muhammad Qosim

Apakah M qosim sudah menjadi Kaya raya dan membagi=bagika Hartanya?
Apa yg membuat mq menjadi kaya raya setelah mimpinya tersebar?

jika pemerintahan Imran Khan berakhir maka pemilihan akan diadakan dan orang-orang akan kembali memilih Imran Khan
Sistem Pemerintahan Imran Khan (Parlementer) akan diganti menjadi pemerintahan presidensial setelah masa 30% dari pemilihan kedua

Mungkin nanti setelah perang nuklir masa kejayaan pesawat berbahan bakar minyak akan berakhir, bisa karena meledaknya pangkalan2 ekplorasi minyak atau faktor lainnya.
Disitulah kita akan perlu menemukan formula pembuatan energi listrik terbaru dan pesawat energi listrik

 

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya) , yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
(سورة النور, An-Noor, Chapter #24, Verse #35)

 

26 Mei 2018. Dalam mimpi ini, aku berpikir “Makanan Angkatan Darat
Pakistan apa yang dapat dicemari musuh untuk mencederai mereka?” Lalu
aku mendengar suara yang berkata, “itu adalah dolar dan bahan bakar.

Jika keduanya habis, tentara akan lumpuh dan tidak akan bisa melakukan gerakan
apa pun.”
Kemudian aku berpikir di benak aku bahwa, “bahan bakar dibeli dengan
dolar.

Jika dolar habis, mereka tidak akan bisa membeli bahan bakar juga.”
Kemudian aku melihat bahwa kondisi Pakistan telah memburuk. Pakistan
harus membayar cicilan hutang, dan kita tidak memiliki uang untuk membayarnya.

Jika kita membayar angsuran, tidak akan ada cadangan dolar.
Satu atau dua perwira tentara menyarankan bahwa kami harus meminta
rakyat Pakistan di luar negeri untuk mengirimkan dolar kepada kami sehingga
kami dapat membeli bahan bakar. Aku bertanya pada diri sendiri, “sampai
berapa lama mereka dapat terus mengirim dolar? Mereka pasti memiliki
kebutuhan pribadi juga, mengapa tentara membuat rencana yang tidak
efisien seperti itu?”

Kemudian cicilan hutang dibayarkan. Dan cadangan dolar yang tersisa hampir
tidak ada. Kemudian aku melihat kepala Angkatan Darat memberlakukan
semua jenis pembatasan untuk mengurangi pengeluaran. Begitu banyak
sehingga saluran TV juga mulai menyiarkan pesan layanan publik bagi warga, untuk melaksanakan gaya hidup yang lebih sederhana. Semua kegiatan
ekstra seperti olahraga dan acara juga terbatas.

Kemudian tentara secara
terbuka mengakui bahwa situasinya sangat buruk. Di sisi lain musuh
meluncurkan rencananya untuk menciptakan kekacauan di empat hingga
lima kota besar sehingga hal-hal menjadi di luar kendali tentara.

Lalu aku pergi menemui seorang perwira tentara besar. Aku pikir itu adalah
rumah Letnan Jenderal. Aku menunggunya di sana sehingga aku dapat menceritakan kepadanya tentang mimpi-mimpiku. Setelah menunggu beberapa saat, aku pergi keluar untuk sesuatu.

Aku menemukan banyak
keamanan di luar, dan rumah itu dilindungi dengan blokade di kedua sisi jalan.

Tiba-tiba muncul dua mobil besar. Gerbang dibuka dan mereka memasuki rumah.

Aku juga segera masuk ke dalam sehingga aku bisa bertemu petugas.
Ketika aku masuk ke dalam, aku menemukan bahwa tidak ada yang lain selain
kepala tentara. Kemudian aku menyadari, bahwa inilah alasan dari banyak
blokade dan pasukan keamanan ini.

Aku ingat mimpiku di mana kepala
tentara berada dalam bahaya, aku bertanya pada diri sendiri apakah ini saatnya? Lalu, aku masuk ke dalam dan mencari kepala tentara. Kemudian
Aku menemukannya, mungkin itu di ruang TV. Aku mengucapkan salam
kepadanya dan berkata kepadanya, aku harus memberitahunya sesuatu yang penting.
Dia membawaku ke ruang tamu di mana aku mulai bercerita tentang
mimpiku. Dia mendengarkanku dengan tenang. Aku memberi tahu dia
tentang Ghazwa-e-Hind (perang India) juga. Aku juga memberi tahu dia
tentang bagaimana kekacauan akan terjadi dan situasi akan lepas kendali dan
bagaimana perang dunia ketiga akan dimulai. Dan juga apa yang seharusnya
menjadi strategi Pakistan. Aku juga berkata kepadanya bahwa umat Islam di
dunia akan melihat kemenangan pertama mereka di Ghazwa-e-Hind dan
bagaimana tentara harus merencanakannya.
Setelah mendengarkan kata-kataku, kepala Angkatan Bersenjata berkata,
“dengarkan aku Qasim! Ini semua adalah mimpi dan mereka tidak memiliki
hubungan dengan kejadian nyata.

Kami melakukan segalanya untuk membela
Pakistan. Ini adalah waktu yang sulit sekarang, tetapi kami akan mengatasi
semuanya.”
Mimpi itu pun berakhir di sana.

========================================================

Pada 19 Februari 2016 Muhammad Qasim melihat sebuah mimpi.Dalam mimpi ini kita berada di sebuah bangunan yang sangat besar dan orang-orang yang mengendalikan bangunan ini mencipta system yang menghalang sesiapa sahaja daripada melarikan diri.Saya berasa sangat prihatin dengan sistem ini dan saya mahu melarikan diri.Tetapi saya tidak dapat mencari jalan keluar. Kemudian dalam sebuah mimpi Allah memberitahu saya ada jalan keluar. “ Carilah ia . Aku akan menolongmu”.
Saya segera mula mencari dan saya bertemu dengan beberapa orang.Saya memberitahu mereka bahawa Allah telah memberitahu saya ada jalan keluar dari sistem ini. “Mari kita pergi dan cari !” . Tetapi mereka berkata, “ Adakah kamu gila? Tiada siapa yang pernah melarikan diri bangunan ini dan jika ada , mereka tidak mempunyai petunjuk bagaimanakah caranya . Jadi jangan buang masa kamu dan jangan buang masa kami. Kenapa kamu tidak tinggal di dalam bangunan ini sepertimana orang lain?”
Saya berkata dalam fikiran saya, ‘Maksud kamu hidup seperti seorang hamba?” Saya enggan menerima cara itu jadi saya meneruskan pencarian saya. Saya berjumpa dengan beberapa orang berkuasa, yang mempunyai banyak pengikut . Saya memberitahu mereka bahawa ada jalan keluar dari sini.
Mereka menjawab “ Bawakan dia berjumpa doktor. Dia ini seorang yang gila”.Mereka membawa saya berjumpa doktor dan doktor memberitahu mereka, “ Terdapat kecacatan di hatinya dan tidak ada penawar”.
Selepas melihat ini saya menjadi bimbang kerana tiada seorang pun yang mempedulikan saya dan bantuan Allah masih belum tiba. Saya menjadi marah lalu saya berlalu pergi.
Saya melewati beberapa dewan, sehingga saya sampai ke suatu tempat di mana terdapat cahaya matahari dan cahaya itu bersinar pada satu atau dua orang.Mereka memandang saya dan salah seorang daripada mereka berkata’” Lihat, sungguh cantik baju panasnya!”.Saya melihat baju panas saya dan terkejut. Saya berfikir bilakah saya memakai baju ini sebelum ini? Ia telah menjadi sehelai baju panas yang sangat cantik dengan warna yang menakjubkan.
Saya tidak faham jadi saya terus berjalan ke arah sumber cahaya matahari. Seorang lelaki berkata “Jika dia seorang yang jujur maka dia akan mengedarkan makanan dan wang”.
Saya mengabaikan mereka dan pergi kepada sumber cahaya itu. Terdapat sebuah lubang kecil di dinding di mana cahaya matahari dapat menembus darinya.Saya menjadi gembira. Namun lubang ini tidak cukup besar bagi saya untuk melepaskan diri.
Saya menempelkan tangan saya untuk melihat sama ada saya boleh membuat lubang itu lebih besar dan ia kemudian berkembang sedikit. Jadi saya memasukkan kedua-dua tangan dan kepala saya dan saya berjaya memanjat keluar.
Saya sangat gembira mengetahui bantuan Allah telahpun tiba.Saya pergi ke hadapan dan menjumpai rumah saya.
Di rumah saya terdapat banyak burung di dalam sangkar. Burung-burung itu kelaparan dan berkicau keras.Kemudian saya berfikir bagaimana saya boleh memberi makan kepada mereka sedangkan saya tidak mempunyai apa-apa untuk diberi. Saya menjadi bimbang sehingga saya mengangkat tangan saya menjadi genggaman dan merasakan biji makanan.
Saya menuangkan biji-bijian itu ke dalam bekas salah seekor burung sehingga ia menjadi penuh. Namun tangan saya masih juga dipenuhi dengan bijirin . Saya menjadi hairan dan berfikir dari manakah biji-bijian ini datang?
Kemudian saya memberikan sejumlah kecil bijirin kepada setiap ekor burung kerana bimbang biji-bijian di tangan saya mungkin habis.Tetapi ia tidak kehabisan. Setelah itu saya memberi burung-burung itu air dan mereka semua pun makan.
Saya menjadi sangat letih selepas melakukan semua itu dan memberitahu diri saya bagaimana sukarnya tugas ini.
Saya membuka pintu sangkar dan memberitahu burung-burung itu supaya keluar pada waktu pagi untuk mencari makanan dan kembali semula ke sangkar mereka pada sebelah petang. Dan juga pastikan sangkar mereka bersih.Mereka semua bersetuju dan berkata kami akan mematuhi semua yang anda perintahkan. Saya menjadi terkejut memikirkan burung-burung apakah yang dapat bercakap dengan saya? Kemudian semua burung itu melakukan apa yang saya minta dan mereka membiak dengan cepat.
Saya berkata bahawa saya akan menjual burung-burung ini kepada orang-orang kaya bangunan dan mendapatkan kekayaan. Saya juga harus melakukan sesuatu untuk menarik perhatian orang-orang di bangunan itu. Selain itu, saya harus menjadi lebih baik daripada mereka sehingga mereka perlu menerima syarat saya.
Saya masih ingat bagaimana mereka tidak mempunyai sumber kuasa dalam bangunan itu.Jadi saya mahu mencipta penjana baru untuk mencipta elektrik.Kemudian penjana yang kuat dan baru muncul di hadapan saya dengan belas rahmat Allah. Saya menjadi kagum bahawa saya baru sahaja memikirkannya tetapi Allah sudah menjadikannya sebuah realiti.
Setelah itu saya berkata kepada orang-orang yang mengendalikan bangunan itu bahawa saya telah mencipta formula yang sangat mudah dan baru untuk menjana elektrik. Kemudian mereka pun menghantar jurutera terbaik mereka dan mereka berasa kagum dengan penjana.
Mereka meminta formula untuk membuat penjana yang sama.
Saya perlu mendapatkan kekayaan untuk membebaskan rakyat. Jadi saya katakan kepada mereka “Adakah anda berfikir bahawa saya akan memberikannya secara percuma kepada anda?”
Selepas itu, saya mendapat banyak kekayaan dengan menjual burung-burung dan formula.
Saya membebaskan ramai orang dari bangunan itu dengan memberikan wang kepada pemiliknya dan saya mengagihkan wang di kalangan rakyat dan memberikan makanan kepada mereka serta tempat tinggal.
Masih terdapat ramai orang di dalam bangunan itu. Saya membahaskan sama ada saya perlu memberikan makanan dan wang semuanya kepada mereka atau tidak. Saya tahu saya akan berasa malu sekiranya wang habis dan saya tidak dapat menyelamatkan orang lain dan menyumbang kepada mereka.
Kemudian , Allah berfirman dari langit ” Orang-orang yang tidak berputus asa dari rahmat Allah dan kekal bersabar maka Allah akan memberikan ganjaran kepada mereka.Dan perbendaharaan Allah tidak akan habis dengan memberi sebaliknya ia terus bertambah dan Allah menguasai apa yang dilakukanNya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.

==========================================================

Pada tanggal 20 September

Aku melihat sebuah mimpi

Saya melihat bahwa ada kegelapan di mana-mana.

Kami memiliki segalanya tapi tidak ada listrik untuk menyalakan lampu dan tubelights.

Dan semua orang mencari listrik.

Kemudian saya melihat bahwa Allah memberi saya listrik dengan rahmat-Nya

Lalu saya pergi ke Ulama, Mufti (ahli dalam Islam) dan pemimpin dan saya katakan kepada mereka bahwa saya mempunyai listrik.

Dan aku bisa menerangi rumah orang-orang dengan itu.

Tapi Ulama, Mufti dan Pemimpin tidak percaya kepada saya bahwa saya benar-benar memiliki listrik.

Mereka mengatakan bahwa saya berbohong.

Ulama, Mufti dan pemimpin hanya tidak setuju dengan saya sehingga saya tidak memiliki listrik.

Tapi mereka tidak mengatakan apapun lagi padaku.

Mereka juga tidak menghentikan saya dan juga melarang mereka.

Bahwa saya seharusnya tidak mengatakan hal ini kepada orang lain.

Mereka mengatakan bahwa membiarkan dia melakukan apapun yang dia mau.

Karena dia hanya membuang-buang waktunya, dia tidak memiliki listrik.

Tapi Allah mengatakan kepada saya bahwa Qasim tidak khawatir saya bersamamu.

Tidak ada yang bisa menghentikanmu dan aku akan membantumu.

Dan kemudian Allah membantu saya dan orang normal mulai percaya pada perkataan saya.

Dan kemudian berita ini menyebar ke seluruh dunia.

Dan kemudian semua orang percaya saya.

Dan mereka mengatakan bahwa “teranglah semuanya dengan listrik yang telah diberikan Allah kepadamu”.

Kemudian saat saya menyebarkan terang dengan rahmat Allah.

maka Ulama mengatakan bahwa “Alas”!

“Kita seharusnya mempercayainya”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *